Langsung ke konten utama

Resep Nasi Goreng Anak Kos

Nasi Goreng Teri
Bahan-Bahan:
  • Nasi yang sudah dingin (lebih baik nasi yang dimasak kemarin, sekitar 24 jam yang lalu agar nasi goreng tidak lembek dan nempel)
  • Satu siung bawang putih
  • Dua siung bawang merah
  • Daun bawang iris
  • Seledri iris
  • Sambal goreng (Cabe keriting, bawang  merah, dan garam dihaluskan, lalu digoreng)
  • Royco rasa ayam
  • Saori saos tiram
  • Gula pasir
  • Margarin
  • Minyak goreng
  • Pokcoy dipotong-potong
  • Ikan teri ukuran sedang yang sudah dibuang kepala dan dicuci.
  • Cabe hijau besar dan cabe rawit hijau dipotong sesuai selera.
  • Putih telur
  • Kecap manis ABC dan Benteng
  • Bawang goreng
  • Tomat besar (biar manis) dipotong sesuai selera
Cara Memasak:
  • Pukul-pukul ikan teri, jangan sampai hancur dan halus.
  • Giling bawang merah dan dawang putih hingga halus.
  • Panaskan minyak goreng, masukkan ikan teri, tunggu sebentar lalu masukkan gilingan bawang merah dan bawang putih.
  • Kemudian masukkan daun bawang, cabe rawit, dan cabe hijau besar. Tunggu hingga harum, lalu tambahkan margarin.
  • Masukkan putih telur, lalu aduk hingga matang.
  • Masukkan sambal goreng, aduk rata, lalu masukkan pokcoy, kemudian aduk hingga matang.
  • Masukkan nasi lalu aduk hingga tercampur rata. Tambahkan gula dan royco, lalu aduk.
  • Tambahkan saori saus tiram, aduk sampai rata dan agak kering. Baru tambahan kecap manis. Cek rasa, lalu hidangkan dengan taburan bawang goreng, irisan seledri, dan irisan tomat.
Catatan: nasi goreng ini enak banget (manis, pedas, dan gurih). Tambahan bahan yang berbeda menghasilkan cita rasa nasi goreng yang berbeda. Tingkat kekeringan nasi juga mempengaruhi rasa nasi goreng.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Agar Bisa Bekerja di Pusat Penelitian Fisika LIPI

Multibeam System JEOL JIB 4610f "Sebelum membaca tulisan ini, saya ingin menegaskan bahwa dimanapun kita berada akan selalu ada bagian menyenangkan dan bagian tidak menyenangkan . Tergantung bagaimana kita menikmatinya." Menjelang satu tahun saya belajar di Pusat Penelitian Fisika LIPI Kawasan Puspiptek Serpong, saya ingin berbagi sedikit pengalaman yang mungkin bermanfaat bagi teman-teman yang ingin bekerja di Pusat Penelitian pemerintah. Terlebih dahulu saya ingin menegaskan bahwa apa yang saya tulis, murni berdasarkan pengalaman pribadi. Hanya berdasarkan perasaan .   Tidak ada research mendalam, sehingga bisa jadi apa yang saya tulis tidak sepenuhnya benar. Tulisan ini hanya rangkuman jawaban untuk pertanyaan teman-teman selama satu tahun terakhir. Jawaban yang mungkin juga bersifat subjektif. Namun saya tidak bermaksud menjelekkan instansi manapun. Setiap kekurangan yang ada di negeri ini adalah PR kita bersama (termasuk saya) untuk memperbaikinya. Saya tuliskan...

Penggunaan Smartphone Sebagai Alat Ukur Besaran Fisis

Tujuan pendidikan itu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, serta memperhalus perasaan-Tan Malaka (1897-1949) Hari ini, teknologi sudah menyentuh semua lapisan masyarakat. Komputer dan  smartphone  (ponsel pintar) bukan lagi barang langka, terutama di kalangan pelajar. April 2016, data terakhir dari eMarketer menyatakan bahwa Indonesia adalah pasar  smartphone  nomor tiga terbesar di Asia Pasifik setelah Cina dan India. Sayangnya, hasil survei DI Marketing, Asian Research Firm pada Juli 2016 menunjukkan bahwa lebih 80% penduduk Indonesia menggunakan  smartphone  untuk kepentingan media sosial. Artinya, masih sangat minim penduduk Indonesia yang menggunakan  smartphone  untuk perkembangan ilmu pengetahuan. Minimnya penggunaan  smartphone  untuk perkembangan ilmu pengetahuan disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah ketidaktahuan pengguna  smartphone . Sebagian besar pengguna hanya mengetahui fungsi ...

KAMIL Mengajar : Bulan dari Ganesha, Sinar Kecil Untuk Pendidikan Indonesia

Bersama adik-adik di depan Panti Asuhan Mitra Muslim Bandung Berbagi tidak melulu harus harta atau uang. Menyisihkan waktu untuk membantu orang lain juga sedekah yang bisa menjadi amal jariyah. Tidak semua orang mau dan mampu meluangkan waktu untuk mengajar anak-anak kurang beruntung yang tinggal di sudut Kota Bandung. Tapi tidak untuk kakak-kakak KAMIL Mengajar. Setiap akhir pekan, dari pagi hingga siang, kakak-kakak yang sebagian besar adalah mahasiswa Pascasarjana ITB ini meluangkan waktu untuk belajar dan mengajar adik-adik di Panti Asuhan Mitra Muslim Bandung. Bukan hanya berbagi pengetahuan dan membantu adik-adik yang kesulitan dalam belajar, kakak-kakak ini juga memotivasi adik-adik agar terus semangat untuk mengejar cita-cita. Selain itu, kakak-kakak ini juga menjadi fasilitator bagi mereka yang ingin menitipkan harta untuk membantu kebutuhan adik-adik. Mereka juga melakukan pegembangan  soft skill dan kreativitas adik-adik dengan mengadakan kegiatan yang mendukung, s...