Langsung ke konten utama

Sampadeh Ikan Khas Minang


Sampadeh ikan tongkol

Sampadeh adalah Bahasa Minang yang diambil dari kata asam dan pedas. Di Minangkabau, selain ikan, daging juga bisa dimasak sampadeh. Saya sendiri senang keduanya. Saat ini, saya memilih sampadeh ikan. Di antara beragam jenis ikan, yang paling enak dimasak sampadeh adalah ikan tongkol berukuran sedang atau besar. Terutama bagian kepala dan ekor. Agar tidak amis, ikan terlebih dahulu dilumuri jeruk nipis dan didiamkan selama beberapa menit. Agar sampadeh tidak terlalu asam, ikan yang sudah dilumuri jeruk nipis kembali dicuci bersih. Sampadeh adalah masakan tanpa santan, namun kaya rempah sehingga menghadirkan rasa yang sangat khas.

Bahan-bahan: ikan tongkol (bagian ekor dan kepala yang dibelah dua). Bisa juga ditambahkan bagian lain. Asam kandis, ini adalah kunci yang menghadirkan rasa khas pada sampadeh. Jika asam kandis diganti jenis asam lain, rasa sampadeh tidak akan sama. Daun jeruk purut, daun salam, dan batang putih sereh yang digeprek. Bisa juga ditambahkan kapulaga. Tapi saya tidak menggunakan ini untuk sampadeh ikan. Untuk bumbu halus menggunakan cabai merah keriting yang dicampur dengan cabai rawit merah jika ingin pedas, kemiri, jahe, bawang merah, bawang putih, dan garam. Sebagai penguat rasa, gunakan lengkuas yang digeprek atau diiris tipis.

Cara memasak:
  1. Bumbu halus ditumis dengan sedikit minyak goreng hingga wangi. Lalu tambahkan lengkuas, asam kandis, daun jeruk purut, daun salam, dan sereh. Aduk hingga semua aroma tercium kuat.
  2. Tambahkan air sesuai selera, lalu diaduk dan dibiarkan hingga mendidih.
  3. Masukkan ikan, tambahkan sedikit gula, lalu diamkan hingga ikan matang.
  4. Jika suka, bisa ditambahkan potongan kacang panjang.
Catatan: hati-hati dalam menggunakan daun jeruk purut karena bisa menimbulkan rasa pahit jika digunakan berlebih. Jika mau lebih segar, bisa juga ditambahkan potongan tomat merah. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ditagih Biaya Kerusakan 55 Juta Saat Mau Keluar di Apartment Jepang?

Tagihan dari management apartment saya yang sempat beredar atas ijin saya Hallo, ini Melda, pemilik tagihan 542,520 Yen yang sempat beredar. Tulisan ini saya buat untuk menjelaskan apa yang sebetulnya terjadi. Silahkan dibaca dan dipelajari  dengan bijak . Saya bersedia menjawab pertanyaan bermanfaat dari pembaca. Silahkan tulis di kolom komentar agar saya tidak menjawab pertanyaan yang sama secara berulang. Terimakasih, semoga penjelasan singkat ini bermanfaat.  Sorry to say , banyak orang hanya fokus pada nominal akhir yang ditagih, tanpa tahu kronologi bagaimana nominal ini saya dapatkan. Kronologi Kejadian 24 September 2025: saya mengirimkan surat via pos ke management karena saya akan ke luar awal Desember. Karena tidak berbahasa Jepang, saya minta komunikasi hanya lewat email. Karena mau ke luar, saya minta management memeriksa rumah yang saya tempati karena saya mau mencoba klaim asuransi agar tidak membayar mahal atas kerusakan saat ke luar. Management setuju, dia data...

Bagian 3: Proses Pendaftaran Beasiswa Monbukagakusho (MEXT)

Langit senja di atas Stasiun Rangkasbitung

Agar Bisa Bekerja di Pusat Penelitian Fisika LIPI

Multibeam System JEOL JIB 4610f "Sebelum membaca tulisan ini, saya ingin menegaskan bahwa dimanapun kita berada akan selalu ada bagian menyenangkan dan bagian tidak menyenangkan . Tergantung bagaimana kita menikmatinya." Menjelang satu tahun saya belajar di Pusat Penelitian Fisika LIPI Kawasan Puspiptek Serpong, saya ingin berbagi sedikit pengalaman yang mungkin bermanfaat bagi teman-teman yang ingin bekerja di Pusat Penelitian pemerintah. Terlebih dahulu saya ingin menegaskan bahwa apa yang saya tulis, murni berdasarkan pengalaman pribadi. Hanya berdasarkan perasaan .   Tidak ada research mendalam, sehingga bisa jadi apa yang saya tulis tidak sepenuhnya benar. Tulisan ini hanya rangkuman jawaban untuk pertanyaan teman-teman selama satu tahun terakhir. Jawaban yang mungkin juga bersifat subjektif. Namun saya tidak bermaksud menjelekkan instansi manapun. Setiap kekurangan yang ada di negeri ini adalah PR kita bersama (termasuk saya) untuk memperbaikinya. Saya tuliskan...